Selasa, 14 Juli 2020

pandemic corona di indonsia

  • perkembangan dan menghadapi wabah corona di indonesia   
    Sebelum virus corona akhirnya ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia pernah lebih dulu menghadapi pandemi virus H1N1, atau flu burung.
Dalam Public Health Harvard Club Indonesia (HCI) Shared Interest Group, Mantan Menteri Kesehatan, Andi Nafsiah Walinono mengungkapkan pentingnya belajar dari pengalaman dalam menghadapi pandemi flu burung beberapa tahun lalu. " Pandemi virus corona adalah masalah kesehatan, komando ada pada Menkes. Tapi karena ini juga penyakit zoonomic, yang berasal dari binatang, maka juga perlu lintas sektor," ujar Nafsiah dalam diskusi bertajuk Menghadapi Covid-19 Coronavirus di Indonesia, Sabtu (14/3/2020). Ketika H1N1 dinyatakan sebagai pandemi, Menkes saat itu langsung melakukan pendekatan public health, sehingga standar operasional penanganan wabah ini dapat segera tersusun.Nafsiah memaparkan saat itu, Indonesia dinilai langsung tanggap dengan menjaga semua pintu masuk, sekitar 100 rumah sakit dengan tenaga medis dan fasilitas dipersiapkan dengan baik. Para tenaga medis di rumah sakit tersebut dilatih untuk menangani karantina dan pasien. Laboratorium dipersiapkan dengan standar kualitas WHO. "Jadi Indonesia (saat itu) bisa menunjukkan (penanganan pandemi flu burung) di tingkat global," jelas Nafsiah. Nafsiah menilai upaya Indonesia menghadapi pandemi virus corona dengan menunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menjadi langkah yang cukup tepat.
"Tetapi (wabah Covid-19) dianggap sebagai bencana seluruh Indonesia, harus dipersiapkan dengan baik, seperti saat menghadapi pandemi flu burung," jelas dia. Intinya, kata alumni Public Health Harvard University ini, untuk menghadapi pandemi virus corona yang sebabkan penyakit Covid-19 adalah dengan pendekatan kesehatan masyarakat terpusat. "Di antaranya dapat dilakukan yakni dengan prevent, detect and respond," sambung Nafsiah. Selain itu, Nafsiah juga mengatakan pentingnya peran pemerintah daerah untuk dapat mempersiapkan fasilitas-fasilitas kesehatan, seperti puskesmas untuk menghadapi potensi Covid-19 di daerahnya. "Kalau sudah pandemi, alat deteksi bisa diperluas sampai ke puskesmas, tenaga medis harus dilatih ulang, fasilitas, baik laboratorium maupun penanganan untuk pasien," papar Nafsiah.

  • Zona-zona di Indonesia 

Daftar 53 Zona Merah

Sumatra Utara
Kota Tebing Tinggi
Deli Serdang
Kota Medan
Kota Pematangsiantar

Sumatra Selatan
Banyuasin
Kota Palembang

Sulawesi Utara
Minahasa
Kota Manado

Sulawesi Selatan
Soppeng
Gowa
Kota Makassar
Kota Pare Pare

Papua
Jayapura

Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram

Maluku Utara
Halmahera Utara
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan

Maluku
Kota Ambon

Kalimantan Timur
Kota Balikpapan

Kalimantan Tengah
Gunung Mas
Kota Palangkaraya
Kapuas

Kalimantan Selatan
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Balangan
Barito Kuala
Hulu Sungai Utara
Tabalong
Kota Banjarmasin
Kotabaru

Jawa Timur
Jombang
Kota Mojokerto
Mojokerto
Gresik
Kota Malang
Pasuruan
Kota Surabaya
Nganjuk
Bojonegoro
Malang
Sidoarjo

Jawa Tengah
Kota Semarang
Demak

DKI Jakarta
Jakarta Selatan
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Timur
Jakarta Utara

Banten
Kota Tangerang Selatan

Bali
Karangasem
Bangli
Kota Denpasar

Daftar 99 Zona Hijau

Aceh
Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Pidie
Aceh Singkil
Bireueun
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Simeulue
Aceh Timur
Gayo Lues
Bener Meriah

Sumatra Utara
Nias Barat
Pakpak Bharat
Labuhan Batu
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias
Toba Samosir
Nias Utara
Tapanuli Selatan
Humbang Hasundutan
Nias Selatan

Jambi
Kerinci
Bungo
Tebo

Bengkulu
Mukomuko
Bengkulu Selatan
Kaur
Lebong
Seluma

Sumatra Barat
Kota Sawahlunto
Kota Solok
Kota Pariaman

Lampung
Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Mesuji
Lampung Timur
Way Kanan

Kepulauan Riau
Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas

Riau
Kep. Meranti
Rokan Hilir
Siak

Kalimantan Timur
Mahakam Ulu

Kalimantan Tengah
Sukamara

Sulawesi Utara
Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro

Sulawesi Tenggara
Muna Barat
Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
Tojo Una-una
Banggai Kepulauan

Sulawesi Barat
Mamuju Utara
Majene

Nusa Tenggara Timur
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara
Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu

Nusa Tenggara Barat
Kota Bima

Maluku Utara
Kepuluan Taliabu

Maluku
Maluku Tenggara Barat
Buru Selatan
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru

Papua Barat
Maybrat
Pegunungan Arfak
Tambrauw
Sorong Selatan
Teluk Wondama
Manokwari Selatan

Papua
Yahukimo
Mappi
Mamberamo Tengah
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Asmat
Supiori
Lanny Jaya
Puncak
Intan Jaya

Daftar zona kuning

Provinsi Aceh
-Kabupaten Aceh Barat Daya
-Kabupaten Aceh Tamiang
-Kabupaten Aceh Utara
-Kabupaten Pidie
-Kabupaten Simeulue
-Kabupaten Gayo Lues
-Kabupaten Bener Meriah
-Kota Lhokseumawe
-Kota Banda Aceh

Provinsi Sumatera Utara
-Kota Padang Sidempuan
-Kabupaten Tapanuli Utara

Provinsi Sumatera Selatan
-Kabupaten Lahat
-Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
-Kabupaten Ogan Komering Ilir

Provinsi Sumatera Barat
-Kota Pariaman
-Kota Solok

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
-Kabupaten Belitung
-Kabupaten Bangka Tengah
-Kabupaten Bangka Barat

Provinsi Kepulauan Riau
-Kabupaten Karimun
-Kabupaten Bintan
-Kota Tanjung Pinang

Provinsi Jambi
-Kabupaten Tanjung Jabung Barat
-Kabupaten Sarolangun
-Kabupaten Batang Hari
-Kabupaten Bungo
-Kabupaten Tanjung Jabung Timur
-Kabupaten Tebo
-Kota Jambi

Provinsi Lampung
-Kabupaten Lampung Tengah
-Kabupaten Lampung Barat
-Kabupaten Lampung Utara
-Kabupaten Lampung Selatan
-Kabupaten Tulang Bawang
-Kabupaten Tulang Bawang Barat
-Kabupaten Tanggamus
-Kabupaten Pringsewu
-Kabupaten Pesawaran
-Kota Metro

Provinsi Bengkulu
-Kabupaten Bengkulu Selatan
-Kabupaten Bengkulu Tengah
-Kabupaten Kaur
-Kabupaten Mukomuko
-Kabupaten Rejang Lebong
-Kabupaten Kepahiang,

Provinsi Riau
-Kabupaten Indragiri Hulu
-Kabupaten Indragiri Hilir Kepulauan Meranti
-Kabupaten Pelalawan
-Kabupaten Rokan Hulu
-Kabupaten Siak
-Kabupaten Kampar
-Kabupaten Bengkalis
-Kota Pekanbaru
-Kota Dumai

Provinsi Kalimantan Barat
-Kabupaten Sanggau
-Kabupaten Ketapang
-Kabupaten Sekadau
-Kabupaten Landak
-Kabupaten Kayong Utara
-Kabupaten Sambas
-Kabupaten Mempawah
-Kabupaten Sintang
-Kota Singkawang

Provinsi Kalimantan Timur
-Kabupaten Paser
-Kabupaten Berau
-Kabupaten Kutai Kartanegara
-Kabupaten Penajam Paser Utara
-Kabupaten Kutai Timur
-Kota Bontang

Provinsi Kalimantan Selatan
-Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Provinsi Kalimantan Tengah
-Kabupaten Barito Utara

Provinsi Jawa Timur
-Kabupaten Ponorogo
-Kabupaten Trenggalek
-Kota Blitar
-Kota Pasuruan

Provinsi Jawa Barat
-Kabupaten Cianjur
-Kabupaten Ciamis
-Kabupaten Sukabumi
-Kabupaten Sumedang
-Kabupaten Tasikmalaya
-Kabupaten Cirebon Majalengka
-Kabupaten Kuningan
-Kabupaten Pangandaran
-Kabupaten Indramayu
-Kota Banjar

Provinsi Jawa Tengah
-Kota Pekalongan
-Kabupaten Wonogiri
-Kabupaten Karanganyar
-Kabupaten Grobogan
-Kabupaten Kendal
-Kabupaten Pekalongan
-Kabupaten Boyolali
-Kabupaten Blora
-Kabupaten Sragen
-Kabupaten Lembang

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
-Kabupaten Sleman

Provinsi Nusa Tenggara Timur
-Kabupaten Flores Timur
-Kabupaten Sumba Timur
-Kabupaten Manggarai
-Kabupaten Manggarai Barat
-Kabupaten Ende
-Kabupaten Nagekeo

Provinsi Sulawesi Utara
-Kabupaten Minahasa Tenggara
-Kabupaten Kepulauan Sangihe
-Kabupaten Kepulauan Talaud
-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Provinsi Sulawesi Barat
-Kabupaten Mamuju

Provinsi Sulawesi Tenggara
-Kabupaten Konawe Selatan
-Kabupaten Konawe
-Kabupaten Kolaka

Provinsi Sulawesi Tengah
-Kabupaten Morowali
-Kabupaten Sigi
-Kabupaten Poso
-Kabupaten Tolitoli
-Kabupaten Banggai Kepulauan
-Kabupaten Banggai Laut
-Kota Palu

Provinsi Sulawesi Selatan
-Kabupaten Barru
-Kabupaten Kepulauan Selayar
-Kabupaten Tana Toraja
-Kabupaten Bulukumba
-Kota Palopo

Provinsi Maluku Utara
-Kabupaten Halmahera Barat
-Kabupaten Halmahera Selatan
-Kabupaten Pulau Taliabu
-Kabupaten Halmahera Utara

Provinsi Maluku
-Kabupaten Seram Bagian Barat
-Kabupaten Maluku Tengah
-Kabupaten Maluku Tenggara
-Kabupaten Maluku Barat Daya
-Kabupaten Buru Selatan

Provinsi Papua Barat
-Kabupaten Kaimana
-Kabupaten Fakfak

Provinsi Papua
-Kabupaten Nabire

  • Dampak

Pandemi virus corona di seluruh dunia menghajar berbagai sektor dengan keras dan gegas. Hingga pekan pertama April 2020, lebih dari 96.000 orang tewas akibat virus ini. Beberapa negara memutuskan untuk mengunci total negara mereka dan mengakibatkan kegiatan perekonomian berhenti.Bagi kaum miskin, pandemi virus corona ini seperti dua mata pisau, tidak bekerja akan membuat mereka kelaparan, sedangkan pergi bekerja akan menyebabkan mereka tertular.Selain itu, risiko kematian bagi beberapa kelompok orang terbilang lebih tinggi dari kelompok lain, misalnya orang lanjut usia, dan orang yang memiliki riwayat kesehatan serius seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kolesterol dan lainnya. dampak global virus corona yaitu : Polusi Udara Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Virus Corona , Pukulan Besar bagi Bisnis Pariwisata , Mendorong 580 juta orang dalam kemiskinan , Memaksa Kita Hidup Secara Online

  • Solusi

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sejatinya sudah sangat jelek sebelum terjadinya pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, dia menilai pandemi tersebut berkontribusi memperparah krisis ekonomi yang terjadi.

"Ibarat orang yang sudah jalan sempoyongan kemudian ditinju. Pukulan berat ini membuat bangsa ini menjadi semakin sulit untuk menuju kemandirian ekonomi," kata Dahlan, dalam diskusi online yang digelar Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KB PII), baru-baru ini.

Menurut Dahlan, di akhir-akhir Orde Baru, Indonesia sudah hampir menjadi negara industrialis yang mandiri dalam melakukan aktivitas produksi dalam negeri. Namun, setelah Orde Reformasi kondisinya berubah sehingga membuat kebanyakan pengusaha lebih suka hanya menjadi distributor produk-produk luar negeri terutama dari Tiongkok.

"Kemandirian ekonomi hanya dapat diperoleh jika kegiatan produksi dilakukan sendiri di dalam negeri dan tidak terlalu mengandalkan bahan baku dari luar negeri," ujarnya.

Dahlan juga menambahkan bahwa sebetulnya tidak menjadi masalah jika Indonesia menjadi market produk-produk luar negeri, selama Indonesia juga memiliki produk-produk unggulan yang kompetitif untuk dipasarkan ke luar negeri. Ia mencontohkan dalam hal perdagangan dengan Tiongkok, Indonesia sebaiknya lebih fokus bermain di produk-produk perkebunan terutama buah-buahan tropis seperti durian, manggis, rambutan, pisang dan alpukat.

"Indonesia boleh saja dibanjiri oleh barang-barang Tiongkok namun Indonesia juga harus membanjiri Tiongkok dengan produk-produk perkebunan tersebut," katanya.

Ia menyarankan agar selama dan pasca pandemi Covid-19, Indonesia lebih memfokuskan diri membangun kemandirian ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan.

Sementara itu, Sosiolog Najib Azca menilai masalah di bidang kesehatan sekarang ini telah berdampak terhadap krisis ekonomi. Kemudian krisis ekonomi tersebut mengakibatkan keresahan sosial dan potensi kerawanan sosial.

"Bahkan, masalah sosial ini bisa berujung pada kemungkinan terjadi krisis di bidang politik," katanya.

Dia mengingatkan akan potensi-potensi dampak ikutan lain yang harus diantisipasi dan dipersiapkan jika pandemi ini berlangsung dalam durasi yang panjang.

Meskipun demikian, Najib mengatakan bahwa Indonesia diuntungkan dengan adanya kekuatan modal sosial dan solidaritas sosial yang kuat. Dalam hal ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dari sisi kekuatan modal sosialnya, dan rangking paling atas dalam hal indeks memberi (world giving index).

"Secara tidak langsung, modal sosial ini sangat membantu kerja pemerintah dalam menanggulangi pandemi," katanya.

Namun, ia juga memprediksi apabila pandemi ini berlarut-larut hingga berganti tahun, kekuatan modal sosial Indonesia dalam menopang bantuan sosial terhadap masyarakat miskin dimungkinkan hanya dapat bertahan maksimal hingga akhir tahun 2020.

Sebagai alternatif solusi untuk menghadapi normalitas baru (the new normal), ia menyarankan untuk mengembangkan sociopreneur di kalangan masyarakat, yakni program-program sosial yang dirangkai dengan jiwa entrepreneurship agar program sosial tersebut dapat sustainable.


suber - sumber informasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar